Tag

, , , , , , , , ,

penampungan BCB turiPenampungan Benda Cagar Budaya (BCB) Turi terletak di Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Sleman. Penampungan BCB Turi merupakan tempat penampungan benda-benda cagar budaya masa klasik yang dikumpulkan dari wilayah Turi dan sekitarnya. Berikut koleksi banda-benda cagar budaya yang terdapat di Penampungan BCB Turi:

antefikAntefik
Unsur bangunan yang berfungsi sebagai hiasan bagian luar. Sering ditemukan pada bangunan candi dalam bentuk segitiga meruncing. Karena merupakan bagian dari struktur, maka antefik tidak dapat dipisahkan dari bangunan itu sendiri.

kalaKala
Hiasan berbentuk kepala raksasa dengan ekspresi menakutkan. Hiasan ini dimaksudkan sebagai penolak bala. Pada umumnya ditempatkan di tengah bingkai bagian atas pintu masuk bangunan candi.

kemuncakKemuncak
Unsur bangunan berupa menara-menara kecil yang mengelilingi puncak. SIfatnya dekoratif dan tidak mewakili fungsi tertentu.

lapik arcaLapik
Alas suatu benda, disebut juga padestal. Lapik pada arca yang berhiaskan pahatan kelopak bunga teratai merupakan simbol kesucian. Lapik dalam agama Budha dan Hindu disebut padmasana.

lesungLesung
Alas menumbuk yang memiliki lubang berbentuk lonjong memanjang di bagian atas. Bahan terbuat dari batu atau kayu. Alat penumbuknya disebut alu.

lingga semuLingga semu
Lingga yang hanya mempunyai dua bagian saja, yaitu wisnubhaga dan siwabhaga, serta tidak dilengkapi dengan yoni.

nandiNandi
Nandi merupakan kendaraan Dewa Siwa yang berupa seekor lembu jantan berwarna putih (Vrsan). Nandi digambarkan sebagai sebuah arca yang diletakkan dalam suatu ruangan atau bangunan tersendiri yang berhadapan dengan bilik utama tempat arca.

peripihPeripih
Wadah dari batu atau keramik yang ditempatkan di dasar sumuran bangunan suci. Wadah berbentuk kotak atau bejana, didalamnya tersimpan benda-benda persembahan berupa batu permata, logam mulia, abu, cermin, inskripsi, atau biji-bijian yang ditunjukkan untuk pemujaan dewa-dewa tertentu.

yoniYoni
Yoni adalah simbol aspek wanita, juga dianggap sebagai penggambaran istri Dewa Siwa. Biasanya digambarkan dalam kesatuannya dengan lingga. Pada bagian atas yoni terdapat sebuah lubang berbentuk segi empat untuk meletakkan lingga. Lubang ini dihubungkan dengan cerat yang berfungsi sebagai pancuran.

Sumber BP3 Yogyakarta